Kamis, 29 Maret 2012

Pengangguran

Nama                 : Hana Uty Sulastry
NPM                   : 23211176
Kelas                : 1EB19

PENGANGGURAN
(Perekonomian Indonesia)
       I.            PENDAHULUAN
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utamakemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup,kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.
Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlukeberpihakan kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkatsuku bunga kecil yang mendukung.
Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan PemerintahKabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaandan perluasan kesempatan kerja.

     II.            TEORI
Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya orang yang tidak bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan. Jenis-jenis pengangguran yang dapat disebutkan diantaranya adalah :
1.         Pengangguran Friksionil yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih mengangguran sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik. 
2.         Pengangguran Struktural yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
3.         Pengangguran Teknologi yaitu pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Seringkali pengangguran ini terjadi karena kemampuan dan keahlian pekerja yang tidak menyesuaikan dengankebutuhan perusahaan.
4.         Pengangguran Siklikal yaitu pengangguran yangterjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh. Dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktual, hanya pada pengangguran jenis ini, kejadiannya adalahlebih meluas dan menyeluruh.
5.         Pengangguran Musiman yaitu pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim. Jenis pengangguran ini sering terjadi pada sektor pertanian. Misalnya ketika masa tanam dan panen, mereka berbondong-bondong bekerja dan setelah tersebut mereka kembali tidak memiliki pekerjaan.
6.         Pengangguran Tidak Kentara yaitu pengangguran yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan, namun secara ekonomi dapat dibuktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur. Untuk memberi gambaran mengenai pengangguran ini, kita pergunakan ilustrasi berikut.

Dari seluruh penduduk Indonesia, penduduk usia kerja (PUK) yakni penduduk yang memiliki usia ‘pantas’ kerja yakni antara 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Namun kenyataannya, seperti negara berkembang penduduk dengan usia dibawah 10 tahun pun telahbekerja. Penduduk diluar usia kerja dinamakan penduduk diluar usia kerja (PDUK), yakni para balita dan manula. Penduduk usia kerja (PUK) masih dibagi dengan angkatan kerja (AK) dan bukan angkatan kerja (BAK).angkatankerja (AK) adalah mereka yang memiliki usia kerja yang seharusnya sedang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sedangkan bukan anggota kerja (BAK) adalah mereka yang secara usia berada dalam kelompok belum dapat bekerja, yakni para pelajar, ibu rumah tangga dan mereka yang menderita cacat. Kelompok angkatan kerja (AK) dibagi menjadi kelompok yang bekerja (B) dan tidak bekerja(TB). Kelompok TB yang benar-benar merupakan pengangguran, karena mereka berada dalam usia kerja.  Sedangkan kelompok bekerja adalah angkatan kerja yang benar-benar bekerja dan dibagi dalam bekerja penuh (BP) dan setengah bekerja (SB). Bekerja penuh (BP) adalah angkatan kerja yang memiliki jam kerja standar (7-8 jam kerja sehari). Sedangkan setengah jam kerja adalah angkatan kerja yang hanya bekerja kurang dari jamkerja standar. Mungkin disebabkan sistem kerja shift yang diterapkan oleh perusahaan.

 III.            Pembahasan
Suatu Unit produksi yang memperkerjakan 10 orang mampu menghasilkan output sebanyak 10 ton. Suatuketika manager produksi mencoba mengurang tenaga kerja yang ada dalam unit produksi itu menjadi 5 orang saja. Ternyata unit produksi yang hanya terdiri dari 5 orang tersebut tetap dapat menghasilkan 10 ton. Dalam kejadian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun secara fisik ada 10 orang yang bekerja dalam unit produksi tersebut, namun sesungguhnya ada 5 orang yang menganggur, ini membuktikan dengan output yang tidak mengalami penurunan dengan adanya pengurangan tenaga kerja.
Ada beberapa rasio yang berkaitan dengan pengangguran tersebut. Rasio-rasio tersebut diantaranya:
v  Dependency ratio, rasio ini menggambarkan seberapa besar beban secara ekonomi yang sebenarnya ditanggung oleh penduduk usia kerja terhadap penduduk diluar usia kerja. Formulasinya dapat dilihat pada lampiran.
v  Tingkat partisipasi angkatan kerja, adalah rasio yang mengukur seberapa besar dari pemduduk yang berada dalam usia kerja yang benar – benar merupakan angkatan kerja.

Beberapa langkah dan kebijakan pemerintah yang pernah, sedang dan akan dilakukan untuk mengatasi pengangguran diantaranya adalah :
·      Yang paling mendasar adalah dengan mengatasi masalah kependudukan dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena disadari bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memicu munculnya pengangguran di masa yang akan datang, jika tidak diimbangi dengan peningkatan kegiatan produksi.
·      Tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta guna mendukung terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi yang di harapkan dapat membuka peluang dan kesempatan kerja yang lebih banyak.
·      Memnberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya kearah yang lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat – pusat pelatihan kerja, serta dengan memberikan kemudahan bagi pengelolaan sekolah – sekolah kejuruan. Harapannya agar kemampuan tenaga kerja Indonesia menjadi lebih siap dalam menyambuttantangan dunia kerja.
·      Mencoba membuka kesempatan dan lapangan kerja didaerah – daerah yang selama ini kurang berkembang kegiatan ekonominya. Sehingga proses pemerataan kesempatan kerja menjadi lebih terjamin keberhasilannya, selain mengurangin konsentrasi tenaga kerja di pulau jawa.
·      Disektor luar negeri, mulai digencarkannya ekspor jasa berupa tenaga kerja yang dikirim keluar negeri, meskipun untuk melangkah terakhir ini masih memerlukan usaha yang lebih keras dari semua pihak agar kepentingan dan nasib pekerja di luar negeri jadi lebih baik.

 IV.            REFERENSI

1.      Aris Budi Setyawan, 1997, Perekonomian Indonesia, Quadrata, Universitas Gunadarma, Jakarta.
2.       http://www.scribd.com/doc/15891512/Makalah-Masalah-Pengangguran-Ekonomi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar