Evaluasi Keberhasilan Usaha Koperasi
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini
yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi mata
kuliah “EKONOMI KOPERASI”.
Makalah ini berisikan tentang informasi tentang Evaluasi keberhasilan usaha
koperasi. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua
tentang Evaluasi keberhasilan usaha koperasi.
saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Bekasi, 01 Januari 2013
Penyusun
Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Evaluasi
Keberhasilan Koperasi dari Sisi Anggota
Efek–efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan yang paling penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Jika koperasi dipandang dari sudut ekonomi, pengertian koperasi dapat dinyatakan dalam criteria indentitas yaitu anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan. Menurut Ropke koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang para pemiliknya atau anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut.
Efek Harga Dan Efek Biaya
Kemanfatan ekonomis yang dimaksud adalah intensif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian keuntungan (SHU) baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk Barang.
Analisis Hubungan Efek Ekonomis Dengan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggotanya.
Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partisipasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.
Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu disesuaikan. Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat pertisipasi anggota terhadap koprasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI
PERUSAHAAN
1. Efisiensi Perusahaan
Koperasi
2. Efektivitas Koperasi
3. Produktivitas
Koperasi
4. Analisis Laporan
Keuangan
1. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya
dilandasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang, bukan kumpulan
modal. Oleh karena itu, koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi
bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah
manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi,
efektivitas, serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat
ekonomi.
·
Koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan
kombinasi dari :
a.
Manusia
b.
Aset-aset fisik
c.
Informasi
d.
Teknologi
·
Modal dasar suatu perusahaan bisnis diperoleh dari
teori perusahaan adalah menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan
sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
·
Tujuan umum perusahaan :
a.
Memaksimumkan keuntungan
b.
Memaksimumkan nilai perusahaan
c.
Memaksimumkan biaya
Efisiensi :
Penghematan input yang diukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau
sesungguhnya (ls), jika ls < la
disebut efisien.
Efisiensi merupakan perbandingan antara output dengan
input.
Rumus :
J Menurut Thoby Mutis (1902), 5 lingkup efisiensi koperasi :
a.
Efisiensi intern
b.
Efisiensi alokatif
c.
Efisiensi ekstern
d.
Efisiensi dinamis
e.
Efisiensi sosial
J Status anggota koperasi adalah :
a.
Sebagai pemilik (melakukan investasi)
b.
Sebagai pemakai (menggunakan secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan
koperasi)
J Dihubungkan dengan waktu terjadinya
transaksi / diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi 2
jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat ekonomi
langsung (MEL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang
diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara
anggota dengan koperasinya.
Contoh : dapat memenuhi kebutuhan
anggotanya.
2. Manfaat ekonomi tidak
langsung (METL)
METL adalah manfaat ekonomi yang
diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh
kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan
keuangan / pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU
anggota.
Contoh : memungkinkan perusahaan
koperasi untuk mengembangkan usaha di luar kebutuhan anggotanya.
J Kunci utama efisiensi koperasi
adalah pelayanan usaha kepada anggotanya.
J Manfaat ekonomi pelayanan koperasi
yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
J Bagi suatu badan usaha koperasi yang
melaksanakan kegiatan serba usaha (multi purpose), maka besarnya manfaat
ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
MEL = EfP + EfPK + Evs + Evp + EvPU
METL = SHUa
J Efisiensi Perusahaan / badan usaha
Koperasi :
1.
Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke
anggota.
2.
Tingkat
efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha.
2. Efektivitas Koperasi
Efektivitas :
Pencapaian target
output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau
seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os >
Oa disebut efektif.
Rumus
perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK) :
Jika Evk > 1, berarti efektif.
Efektivitas
dipandang dari segi hasil yang dicapai oleh seseorang.
3.
Produktivitas Koperasi
Produktivitas :
Pencapaian
target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O > 1) disebut
produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
Dari efiensi
berdasarkan hubungan output dengan input didapat rumus :
Dimana :
Q :
kuantitas produksi
k :
kuantitas modal
L :
kuantitas harga tenaga kerja
Bu, b1, b2 :
parameter
4.
Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan koperasi selain
merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian
dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dijadikan sebagai
salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Modal koperasi digunakan untuk
membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari modal investasi dan
modal kerja.
Laporan keuangan
koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh
badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan meliputi :
1.
Neraca
2.
Perhitungan hasil usaha (income statement)
3.
Laporan arus kas (cash flow)
4.
Catatan atas laporan keuangan
5.
Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan
J Perbedaan perhitungan laporan
keuangan
Badan Usaha
dan Koperasi
1. - Perhitungan SHU
pada koperasi menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota.
Informasi
perhitungan SHU :
1.
SHU total koperasi pada satu tahun
2.
Bagian SHU anggota
3.
Total simpanan seluruh anggota
4.
Total seluruh transaksi usaha
5.
Jumlah simpanan per anggota
6.
Volume usaha per anggota
7.
SHU untuk simpanan anggota
8.
SHU untuk transaksi usaha anggota
1) Setiap Rp 1,00 Modal Koperasi menghasilkan
SHU sebesar Rp 1,00.
SHU yang
dibagi sesuai aturan yang telah ditetapkan pada anggaran dasar sebagai berikut
:
a.
Cadangan koperasi
b.
Jasa anggota
c.
Dana pengurus
d.
Dana karyawan
e.
Dana pendidikan
f.
Dana sosial
g.
Dana untuk pembangunan lingkungan
2) Setiap Rp 1,00 Modal Koperasi menghasilkan
laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp 1,00.
SHU dibagi
menurut besar uang yang diinvestasikan / hasil kerja sama dari non anggota
koperasi untuk memajukan koperasi.
-
Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan
hasil usaha berdasarkan perbandingan
manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota.
2. - Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi
dari koperasi.
- Dalam penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu
badan hokum koperasi, jadi dalam penggabungan perlu memperhatikan nilai aktiva
bersih yang riil dan perlu melakukan penilaian kembali.
- Koperasi mempunyai perusahaan dan unit usaha yang
berada di bawah satu pengelolaan maka disusun laporan keuangan konsolidasi /
laporan keuangan gabungan.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar