Selasa, 29 November 2011

Tulisan 3


RI TUNDA OBLIGASI
INVESTOR DI PASAR DUNIA MEMILIH MENUNGGU
Jakarta,Kompas – Sikap investor di pasar dunia lebih memilih untuk menungu perkembangan di Jepang membuat Pemerintah Indonesia menunda penerbitan obligasi berdenomilasi mata uang asing tahun ini.
          Filipina telah dulu menerbitkan obligasi berdenominasi dollar AS senilai 1,5 miliar dillar AS.
Filipina memang mengalami tekanan pada anggarannya sehingga memang harus langsung menerbitkan global bond (obligasi yang dilepas di pasar internasional).
          Kemnterian keuangan telah melakukan non-deal ratau penjajakan pasar tanpa menargetkan penerbitan obligasi secara langsung dibeberapa lokasi. Namun, setelah selesai pemerintah  tidak langsung melakukan penerbitan.
          Adapun Pemerintah Filipina dilaporkan langsung menerbitkan obligasi berdenominasi dollar AS dengan jatuh tempo 15 tahun, tahun 2026. Obligasi dilepas pada harga diskon 99,495 persen dank upon 5,5 persen.
          Pada tahun 2011, kementerian keuangan menargetkan penerbitan obligasi Negara Rp 200,654 triliun atau naik dibandingkan tahun 2010 yang terelisasi sebesar Rp 167,301 triliun. Dana hasil penerbitan tersebut  akan digunakan sebagian untuk menutup deficit APBN 2011 sebesar Rp 124,657 triliun.
          Dana yang sama juga akan digunakan untuk membayar pokok surat utang yang jatuh tempo tahun 2011 sebesar Rp 74 triliun. Namun, angka deficit belum memperhitungkan kemungkinan adanya lonjakan subsidi bahan bakar minyak, subsidi listrik dan dana pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar